Cikondang, Cianjur — Suasana halaman MI Cikondang, Kp. Nangkorek RT 02/RW 04, Desa Cikondang tampak lebih ramai saat para siswa mengikuti kegiatan PERJUSA (Perkemahan Jum'at - Sabtu) bersama mahasiswa KKN 74 UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dengan seragam Pramuka yang dikenakan, para siswa mengikuti berbagai kegiatan dengan penuh semangat. Bagi mereka, Pramuka bukan hanya kegiatan di luar kelas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar sambil bermain dan bekerja sama dengan teman.
Kegiatan diawali dengan berkumpulnya para siswa di halaman madrasah. Mahasiswa KKN kemudian mengarahkan siswa untuk mengikuti kegiatan secara tertib. Beberapa siswa terlihat antusias mengikuti instruksi, sementara yang lain masih perlu diarahkan agar tetap fokus. Suasana tersebut justru membuat kegiatan terasa lebih hidup karena mahasiswa dan siswa dapat berinteraksi secara langsung.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah latihan baris-berbaris. Para siswa belajar bagaimana berdiri dengan rapi, mengikuti aba-aba, serta bergerak secara bersama-sama. Meskipun terlihat sederhana, kegiatan ini mengajarkan siswa untuk mendengarkan instruksi, menjaga kedisiplinan, dan bekerja sama dengan anggota kelompok.
Selain baris-berbaris, kegiatan Pramuka juga diisi dengan permainan kelompok, materi dasar kepramukaan, dan berbagai perlombaan. Dalam permainan dan perlombaan tersebut, siswa diajak untuk menyelesaikan berbagai tantangan secara bersama-sama. Ada yang bertugas memberikan arahan, ada yang membantu temannya, dan ada pula yang belajar berani tampil di depan kelompok. Sementara itu, mahasiswa KKN turut mendampingi jalannya perlombaan dengan menjadi juri pada beberapa lomba, yaitu pembacaan Tri Satya, Dasa Dharma, Janji Pelajar, kaligrafi, tahfizh, dan adzan.
Keseruan semakin terasa ketika mahasiswa KKN memberikan permainan yang membutuhkan kekompakan. Para siswa tampak saling menyemangati dan tertawa ketika kelompok mereka menghadapi kesulitan. Suasana tersebut membuat interaksi antara mahasiswa dan siswa semakin akrab, sekaligus menjadikan rangkaian PERJUSA terasa lebih menyenangkan bagi para peserta.
Bagi mahasiswa KKN, berinteraksi dengan siswa MI Cikondang juga menjadi pengalaman yang menarik. Anak-anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang aktif dan berani menjawab, ada yang lebih pendiam, dan ada pula yang selalu ingin mencoba terlebih dahulu. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari proses belajar bersama selama kegiatan berlangsung.
Pramuka sendiri tidak hanya mengajarkan keterampilan seperti baris-berbaris, tali-temali, sandi, atau kegiatan di luar ruangan. Di balik kegiatan tersebut terdapat nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa di tingkat Madrasah Ibtidaiyah.
Melalui kegiatan Pramuka di MI Cikondang, mahasiswa KKN berusaha menciptakan suasana belajar yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Siswa diberikan ruang untuk bergerak, bermain, berkomunikasi, dan belajar mengambil peran dalam kelompok.
Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Datang tepat waktu, mengikuti aturan, membantu teman, mendengarkan ketika orang lain berbicara, serta menyelesaikan tugas bersama merupakan kebiasaan kecil yang dapat membentuk sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi para siswa, kegiatan Pramuka mungkin hanya terlihat seperti bermain dan berkegiatan bersama teman. Namun, dari kegiatan tersebut mereka belajar banyak hal yang tidak selalu didapatkan melalui pembelajaran di dalam kelas. Mereka belajar bahwa menjadi seorang Pramuka bukan hanya tentang mengenakan seragam, tetapi juga tentang menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, berani, dan peduli terhadap orang lain.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 74 berharap semangat kebersamaan yang muncul selama latihan dapat terus dibawa oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat. Sebab, pendidikan yang baik bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang diperoleh, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan tersebut membentuk sikap dan karakter seseorang.