Cikondang, Cianjur — Upaya meningkatkan keselamatan berkendara dilakukan di Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Pada tanggal 23 Agustus 2026, mahasiswa KKN SISDAMAS UIN Sunan Gunung Djati bersama Ketua RT setempat, pemuda Karang Taruna, dan warga memasang paku jalan retroreflektif atau "mata kucing" (road studs) pada sejumlah titik krusial di ruas jalan desa.
Ruas jalan tersebut merupakan penghubung antardesa dan kecamatan yang berperan penting bagi aktivitas ekonomi dan keseharian warga. Kontur jalannya berbelok dan penerangan jalan umum (PJU) masih terbatas, sehingga jarak pandang berkurang pada malam hari maupun saat hujan. Melalui inovasi ini, mahasiswa berupaya meningkatkan visibilitas jalur agar pengendara roda dua dan roda empat merasa lebih aman saat melintas.
Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yaitu kolaborasi aktif antara pelaksana kegiatan dan masyarakat. Prosesnya diawali dengan survei dan pemetaan titik kritis, ketika mahasiswa bersama warga menyusuri jalan untuk menentukan lokasi yang paling membutuhkan penanda, seperti tikungan tajam dan area minim cahaya. Setelah itu, mahasiswa menyiapkan mata kucing beserta alat dan perlengkapan pemasangan.
Pada tahap instalasi, mata kucing dipasang bersama-sama oleh mahasiswa, Ketua RT setempat, pemuda Karang Taruna, dan warga. Rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi visibilitas jalur pada malam hari serta edukasi keselamatan berkendara bagi warga.
Sebanyak 26 unit mata kucing dipasang pada tikungan tajam, batas tepi jalan yang berbatasan dengan parit, dan segmen jalan yang minim pencahayaan. Titik-titik tersebut dipilih karena termasuk bagian jalan yang paling berisiko bagi pengendara, terutama saat malam hari atau ketika hujan.
Lebih dari sekadar memasang penanda jalan, kegiatan ini menumbuhkan rasa memiliki warga terhadap fasilitas keselamatan yang dibangun bersama. Semangat gotong royong ini diharapkan terus terjaga di Desa Cikondang.