Cikondang, Cianjur — Suasana berbeda terlihat di MI Cikondang ketika mahasiswa KKN Reguler (SISDAMAS) 74 UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan kegiatan edukasi mengenai bullying kepada para siswa. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengenalkan kepada anak-anak tentang apa itu bullying, bagaimana dampaknya, serta pentingnya saling menghargai dan menjaga perasaan teman.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang santai dan interaktif. Para siswa diajak untuk memahami bullying melalui penjelasan sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Mulai dari mengejek nama atau fisik teman, memanggil dengan julukan yang tidak disukai, mengucilkan teman dari kelompok bermain, hingga melakukan tindakan yang dapat menyakiti secara fisik maupun verbal.
Mahasiswa KKN tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga mengajak siswa berdiskusi mengenai pengalaman mereka ketika bermain dan berinteraksi dengan teman. Beberapa contoh sederhana diberikan agar siswa dapat membedakan mana candaan yang masih bisa diterima dan mana perilaku yang sudah dapat menyakiti orang lain.
Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan. Sesekali mereka menjawab pertanyaan yang diberikan mahasiswa dan menceritakan pendapat mereka tentang bagaimana seharusnya bersikap kepada teman. Dari kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa sesuatu yang dianggap sebagai candaan oleh satu orang belum tentu terasa menyenangkan bagi orang lain.
Selain membahas tindakan bullying, mahasiswa juga mengajarkan langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika melihat atau mengalami bullying. Siswa diarahkan untuk tidak ikut mengejek atau menyakiti teman, berani mengatakan bahwa perilaku tersebut tidak baik, serta segera menceritakannya kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau melihat kejadian bullying.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan dan aktivitas bersama agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh siswa. Melalui aktivitas tersebut, anak-anak diajak untuk bekerja sama, saling membantu, dan menghargai perbedaan yang ada di antara mereka.
Bagi mahasiswa KKN 74, kegiatan ini menjadi pengalaman tersendiri karena mereka dapat berinteraksi langsung dengan anak-anak dan melihat bagaimana edukasi mengenai bullying dapat disampaikan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Pendidikan tentang bullying tidak harus selalu dilakukan melalui penyampaian materi yang panjang, tetapi dapat dimulai dari percakapan sederhana tentang bagaimana memperlakukan teman dengan baik.
Lingkungan sekolah merupakan salah satu tempat penting bagi anak untuk belajar bersosialisasi. Karena itu, menciptakan suasana sekolah yang aman dan nyaman membutuhkan perhatian dari siswa, guru, orang tua, maupun lingkungan sekitar. Anak-anak perlu diberikan pemahaman sejak dini bahwa setiap orang memiliki perasaan yang harus dihargai.
Melalui kegiatan edukasi bullying di MI Cikondang, mahasiswa KKN 74 berharap pesan sederhana tentang “berani berbuat baik, berani menghargai, dan berani berkata tidak pada bullying” dapat terus diingat oleh para siswa. Sebab, lingkungan yang nyaman tidak hanya dibangun dari aturan, tetapi juga dari kebiasaan untuk saling menghormati dan menjaga satu sama lain.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak di lingkungan Desa Cikondang. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun ketika bermain bersama teman.