Cikondang, Cianjur — Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman terus dilakukan di Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Pada tanggal 21 Agustus 2026, mahasiswa KKN SISDAMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar seminar anti bullying bagi siswa MTs Al-Muslimin Desa Cikondang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang bahaya bullying, sekaligus menguatkan akhlakul karimah.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan anggota kelompok KKN selaku penyelenggara. Pada sesi penyampaian materi, mahasiswa tidak hanya memaparkan penjelasan, tetapi juga menampilkan drama edukatif yang membantu siswa membedakan antara bercanda dan tindakan yang menyakiti orang lain. Cara ini dipilih agar pesan lebih mudah dipahami melalui contoh situasi yang dekat dengan keseharian mereka.
Suasana kegiatan semakin hidup pada sesi berbagi pengalaman oleh pengurus OSIS. Mereka menyampaikan kasus-kasus bullying yang pernah terjadi di lingkungan sekolah. Antusiasme siswa terlihat meningkat dibandingkan saat penyampaian materi secara umum. Beberapa siswa aktif bertanya tentang cara membedakan candaan dengan perundungan dan langkah yang dapat diambil bila mengalami atau melihat bullying, bahkan ada yang dengan sukarela menceritakan pengalamannya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan ice breaking untuk mencairkan suasana, kemudian sesi butterfly hug, teknik sederhana untuk menenangkan diri secara emosional. Kegiatan ditutup dengan refleksi, ketika siswa diajak merenungkan pentingnya saling menghormati dan tidak menyakiti sesama, lalu dilanjutkan dengan penutupan dan dokumentasi bersama.
Pelaksanaan seminar berjalan sesuai rencana tanpa kendala teknis. Dukungan pihak sekolah, berupa penyediaan waktu, tempat, dan izin kegiatan, turut membantu kelancaran acara. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap seminar ini menjadi langkah awal penguatan akhlakul karimah dan pencegahan bullying di MTs Al-Muslimin.
Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk belajar berempati, menjaga perasaan teman, dan menyadari bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman untuk tumbuh. Semangat kebersamaan antara mahasiswa, guru, dan siswa diharapkan terus terjaga demi terwujudnya lingkungan belajar yang lebih ramah di Desa Cikondang.